Jenis Konten Digital Mareketing Yang Bisa Menjadi Refrensi Anda

Keberhasilan digital pemasaran dipastikan oleh beberapa unsur, salah satunya unsurnya yakni kualitas content yang dipakai. Content yang bermutu bisa jadi daya tarik audience, hingga sangat mungkin mereka untuk lakukan pembelian. Untuk bikin content yang bermutu serta menarik, sebaiknya bila kamu membuat beberapa macam content, sebab makin beragam content yang kamu bikin karena itu makin gampang untuk memperoleh banyak calon konsumen setia.

digital marketing konten

Ada 4 tipe content yang perlu kamu kenali:

1. Artikel

Artikel adalah tipe content yang terbagi dalam beberapa serangkaian kata yang menggambarkan, menerangkan, serta merinci satu tema khusus. Contohnya artikel tentang tehnologi, kuliner, kesehatan dan sebagainya. Artikel bisa jadi fasilitas yang efisien untuk tingkatkan lalu lintas web. Dengan membuat artikel-artikel yang bermutu serta berguna, maka mengundang banyak pengunjung tiba ke web.

Untuk bikin artikel yang bermutu, ada 3 panduan yang perlu kamu kerjakan:

  • Tetapkan sasaran audience kamu.
  • Mengumpulkan beberapa konten paling baik.
  • Naikkan materi beberapa konten itu.

Video

Content video jadi trend digital pemasaran yang terkenal di tahun ini (2019). Video bisa dibuat media promo yang menarik untuk usaha kamu. Seperti video yang berisi panduan, ulasan, trik dan tips tentang satu produk atau layanan yang kamu menawarkan.

Supaya membuahkan video yang dapat mengundang perhatian beberapa calon client, ada 5 langkah gampang membuat video pemasaran:

  • Penilaian Content yang kamu perlukan.
  • Buat perancangan video.
  • Rekam serta sunting video kamu.
  • Kerjakan SEO video.
  • Pilih tempat penjualan video yang pas.

Audio

Sekarang ini cukup banyak yang memakai content audio untuk media promo. Audio adalah content yang berbentuk rekaman suara yang mengulas beberapa tema serta bisa didengar oleh beberapa orang. Dengan content audio, calon client bisa dengarkan content kamu saat mereka lakukan pekerjaan lain. Content audio pun tidak akan tampilkan iklan yang dapat mengganggu calon client saat mendengarkannya.

Baca juga Lihat Hal Ini Waktu Membuat Kalender Content di Media Sosial

Panduan membuat content audio:

  • Tetapkan 1 tema yang ingin diulas.
  • Pakai microphone untuk menegaskan suara.
  • Lihat waktu audio supaya tidak kelamaan.
  • Pakai aplikasi koreksi audio untuk membuahkan content yang makin menarik, seperti Adobe Audition, Audacity, atau Reaper.

4. Infografis (Gambar)

Tipe content yang paling akhir yakni Infografis. Infografis adalah tipe content yang terbagi dalam beberapa gambar. Menyediakan content infografis akan membuat pembaca (calon client) berasa tidak jemu saat membaca content. Disamping itu, beberapa web populer sudah menyediakan beberapa konten mereka berbentuk content infografis, seperti pinterest.

Panduan membuat infografis yang menarik:

  • Buat headline (judul) yang menarik.
  • Konsentrasi pada pesan yang ingin dikatakan.
  • Pakai gambar yang gampang dimengerti oleh pembaca.
  • Buat infografis yang simpel serta nyaman disaksikan.
  • Terbitkan infografis kamu di beberapa sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, atau Pinterest.

Contoh Tipe Konten Berdasarkan Faedah serta Maksudnya

1. Konten Informatif

Content baik gambar atau tulisan yang memberi info. Contohnya apa usaha anda, bagaimanakah cara pemesanan, dimana tempat toko atau alamat, apa visi misi perusahaan, serta info mengenai profile usaha. Saya anggap ini ialah content paling fundamen yang seharusnya dapat anda bikin dengan gampang. Info banyak sekali serta benar-benar berguna buat pembaca.

marketing digital konten kreator

2. Konten Mendidik

Beberapa orang tetap cari tahu, kecuali ingin tahu mereka ingin belajar suatu hal apa yang buat mereka berguna. Seperti artikel yang anda baca ini salah satu tipe content mendidik. Ditambah lagi untuk satu tipe produk atau layanan yang baru, anda harus mengawali dengan content mendidik. Macamnya seperti panduan, langkah, bagaimana, pemahaman, serta apa saja yang terkait dengan topik usaha anda, hingga dapat meningkatkan nilai dari media digital pemasaran yang anda pakai Keutamaan content informatif serta mendidik, Ke-2 tipe content di atas berkesan kurang jual atau mungkin tidak tawarkan produk, tetapi sebetulnya benar-benar sangat penting, punyai bagian yang benar-benar positif yakni membuat tingkat keyakinan customer pada media anda. Lebih di dunia online yang belum sama-sama tahu di antara penjual serta konsumen, anda harus dapat memberikan content yang berguna buat mereka sebelum mereka tertarik beli.

3. Konten Pemasaran

Bila ingin berjualan pada media online, salah satunya senjata digital pemasaran tentunya konten pemasaran. Bukan berisi mengenai penawaran produk anda, tetapi konten pemasaran punyai ciri-ciri yang dapat arahkan serta menyakinkan customer untuk beli.

Susunan content pemasaran yang pas:

  • Text paragraf awal 50% konsentrasi pada permasalahan yang ditemui customer, memberi edukasi serta info bagaimana jalan keluar dari permasalahan mereka.
  • Bagaimana bila bukan produk jalan keluar?
  • Anda dapat menceritakan mengenai apa yang menarik dari produk anda itu
  • Selanjutnya paragraf ke-2 40% arahkan audience untuk mulai tertarik dengan produk yang anda menawarkan itu, seperti kelebihan, pengalaman pemakai, serta testimonial
  • Setelah itu 10% text paragraf paling akhir ialah call to action untuk menarik order atau contact

Lihat Hal Ini Waktu Membuat Kalender Content di Media Sosial

Digital Konten Kreator

Pada artikel awalnya, kita telah mengulas jika menyiarkan content di saat yang pas dapat memberi bermacam faedah buat merek, seperti bisa banyak menarik perhatian warga serta tingkatkan engagement.

Berkaitan waktu tampil paling baik ini, hal penting pertama yang perlu untuk diketahui oleh marketers ialah kapan content dapat mempunyai perform terbaik saat disiarkan pada tiap basis sosial media, lalu, bagaimanakah cara mengagendakan content yang sudah dibikin hingga content barusan dapat menggerakkan engagement dari merek, semakin jauh bisa meningkatkan tingkat alterasi.

Untuk tahu timing paling baik pada penjadwalan content, ada dua langkah yang dapat kita aplikasikan.

1. Pelajari serta memaksimalkannya melalui data mengonsumsi content dari sekian waktu

Untuk tahu insights penting sekitar audience ini kita dapat menelusurinya lewat Google Analytics, lalu menganalisanya, lakukan A/B testing, sampai mendapatkan formula yang pas.

2. Lakukan survey pada target audience

Tentang langkah yang ke-2 ini, GetCraft sempat lakukan survey pada 150 responden (lelaki 50%, wanita 50%), SES B, umur 20-25 tahun, tempat Jabodetabek ; untuk mengenali sikap mengonsumsi media digitalnya. Serta berikut gambar diagram penemuan kami.

Konten Digital Kreator

Karena itu jika lihat diagram di atas, bila ingin menyiarkan content di Instagram untuk segmentasi audience itu, berdasar hasil survey di atas, seharusnya content disiarkan pada atau sebelum periode waktu pemakai terhubung Instagram.

Hasil survey di atas berperan buat beberapa pemasar untuk mendapatkan kapan jam tampil paling baik buat satu content berdasar tiap basis yang dipakai warga pada setiap jam-nya. Tetapi, supaya content dapat memiliki perform yang optimal, dalam penjadwalan isinya, kecuali jam tampil, hal-hal lain yang penting diingat oleh marketers ialah hari tampil serta frekwensi tampil.

Hari tampil

Kemungkinan tidak tiap hari pas untuk menyiarkan content pada detil bagian khusus. Misalnya, berdasar pengalaman, hari paling baik untuk menyiarkan content di bagian pemasaran ialah hari Selasa atau Rabu. Di luar ke-2 hari itu, content condong memperoleh engagement yang semakin sedikit.

Contoh yang lain, Ariani Dwijayanti, Insights Manajer Google Indonesia mengutarakan jika, beberapa customer suka lakukan analisa online sebelum belanja keperluan setiap hari mereka di hari Jumat. Karena itu, buat marketers yang terjun di bagian FMCG kemungkinan menyiarkan content di hari Jumat pas untuk tingkatkan engagement.

Jam tampil

Untuk tahu jam tampil ini, merek perlu cari tahu terlebih dulu seperti apa sikap dari beberapa audience, jam berapakah serta di basis mana beberapa audience sangat aktif memakai sosial media mereka. Contohnya, dengan lihat diagram di atas, saat makan siang umumnya warga suka sekalian menyambi bermain Instagram. Dengan demikian, pada pukul itu merek dapat memaksimalkan content mereka di Instagram.

Baca juga Pemahaman Engagement di Media Sosial serta Langkah Menghitungnya

Atau pada pukul kerja, di antara jam 10 pagi sampai 12 siang, warga suka untuk kerja sekalian dengarkan suatu hal yang bisa menghibur mereka. Berdasar diagram di atas, salah satunya basis yang terbanyak dipakai pada pukul kerja ialah Spotify. Kemungkinan pada saat-saat itu pemasar dapat menyediakan content berupa podcast hingga merek masih dapat mendapatkan perhatian warga walaupun mereka sedang repot dengan kerjanya.

Frekwensi tampil

Frekwensi tampil content penting diingat. Sebab jika content merek sering kelihatan di sosial media, dikuatirkan justru mengganggu audience serta dipandang seperti spam. Karenanya frekwensi tampil yang pas dapat membuat content bertambah lebih efisien sampai banyak di-share oleh audience.

Misalnya, jika merek ingin menyiarkan content mengenai panduan photografi, kemungkinan dalam satu hari kita perlu untuk menyiarkan 1x saja. Sebab ini memberi peluang buat audience untuk coba panduan yang kita kemukakan itu. Serta jika memberi panduan lebih satu dalam satu hari, membuat audience jadi susah untuk mengolah info yang kita beri sebab begitu banyak.

Untuk tahu hari tampil, jam tampil, serta frekwensi tampil ini, memang tidak dapat dilaksanakan dengan cara instant, tapi beberapa marketers perlu untuk lakukan bermacam eksperimen serta menganalisa bermacam input dari data yang sudah didapat. Tetapi saat telah mendapatkannya, pasti agenda itu akan membuat content kita dapat sampai perform terbaik, serta membuat warga tertarik untuk terjebak didalamnya.

Pemahaman Engagement di Media Sosial serta Langkah Menghitungnya

media kontent profesional

Pada dua penjelasan awalnya, kita mengulas mengenai tipe sosial media serta tingkatan yang perlu diingat untuk mengelolanya. Waktu mengurus sosial media, salah satunya yang penting diingat ialah tentukan ukuran perform account sosial media yang diurus.

Melakukan Tolak Ukur Data

Tolak ukur termudah umumnya jumlah penganut (followers). Bila di hari pertama account kita mendapatkan 10 followers, lalu makin bertambah jadi 100 minggu selanjutnya, serta 500 followers di akhir bulan pertama ; kita dapat berasa senang serta berpikir jika perform account kita di sosial media termasuk baik.

Tetapi, untuk pastikan jika content yang kita sediakan betul-betul efisien serta berkaitan dengan penganut account sosial media kita, ada patokan lain yang perlu serta kemungkinan semakin penting diingat daripada perkembangan jumlah penganut ; yakni tingkat hubungan pada content di sosial media yang kita atur. Panggilan akrabnya, berat engagement.

Lakukan Engagement

Engagement dengan cara simpel bermakna komunikasi dua arah, yang menurut ahli komunikasi Wilbur Schramm (pada 1954) ialah komunikasi interaksional. Kunci dari komunikasi interaksional ini ialah operan balik (masukan) atau respon pada pesan atau content khusus. Keutamaan masukan ini diutarakan pegiat internet marketing serta penulis beberapa buku mengenai sosial media Jason Falls, lewat artikel mengenai engagement di sosial media (2012). Dia mengatakan jika hasil komunikasi yang baik ialah bila audience memberi perhatian berbentuk tanggapan.

Baca juga THE FUTURE OF CONTENT: AN INCREDIBLE EXPANDING UNIVERSE

Meninjau Hasil Yang Sudah Ada

Berkaitan hal tersebut, pakar statistik internet serta penulis mengenai komunikasi digital, Avinash Kaushik, sempat menulis jika feature hubungan sosial media terdiri jadi 3 (tiga) kelompok:

  • Conversation: Kesibukan pembicaraan antara pemakai.
  • Amplification: Kesibukan penebaran atau pelebaran pesan.
  • Applause: Kesibukan tanggapan singkat melalui feature seperti like, love, emoji, sampai click. Melalui beberapa artikel lain berkaitan penjualan digital yang mengacu pada pandangan Avinash Kaushik itu, tiga kelompok itu dipercaya untuk komponen untuk menghitung rasio keterkaitan atau hubungan (engagement) dalam pekerjaan di sosial media.

Serta tiga kelompok itu memang cocok jadi kutub penting feature pada service sosial media, sama dengan contoh di tabel di bawah ini: Menghitung ke-3 komponen di atas dapat jadi fundamen untuk kita menghitung tingkat engagement di sosial media, yang kemungkinan semakin penting dari sebatas mengawasi perkembangan jumlah penganut.

Bagaimanakah cara menghitungnya?

Di bawah ini, contoh penghitungan untuk menghitung engagement di sosial media:

konten media digital

Kira, pada 1 (satu) bulan, account yang diurus merek khusus mengeluarkan 12 content di Facebook ; dengan serta membuahkan keseluruhan 1.200 reach organik. Serta 12 content itu, membuahkan tanggapan berikut:

  • 10 tanggapan (comments)
  • 10 sharing
  • 24 likes
  • 5 click

Yang bermakna, keseluruhan kesibukan responnya ialah 39. Karena itu untuk tahu rasio engagement pada content sosial media bulan itu ialah, (keseluruhan kesibukan tanggapan/engagement : keseluruhan views/reach) x 100%. Berdasar contoh di atas, (39 : 1.200) x 100% = 3, 25%

Demikianlah fundamen pengukuran rasio hubungan atau engagement dari content di sosial media. Dari sana, yang penting dibidik ialah prosentase engagement yang semakin tinggi dari sekian waktu. Sebab, dapat jadi content yang disaksikan 1.000 orang serta aktif memberi tanggapan, lebih bagus daripada disaksikan 100.000 orang tetapi tidak memberi respon content benar-benar. Walau, balik lagi, bergantung objective atau arah yang diputuskan.