Lihat Hal Ini Waktu Membuat Kalender Content di Media Sosial

Digital Konten Kreator

Pada artikel awalnya, kita telah mengulas jika menyiarkan content di saat yang pas dapat memberi bermacam faedah buat merek, seperti bisa banyak menarik perhatian warga serta tingkatkan engagement.

Berkaitan waktu tampil paling baik ini, hal penting pertama yang perlu untuk diketahui oleh marketers ialah kapan content dapat mempunyai perform terbaik saat disiarkan pada tiap basis sosial media, lalu, bagaimanakah cara mengagendakan content yang sudah dibikin hingga content barusan dapat menggerakkan engagement dari merek, semakin jauh bisa meningkatkan tingkat alterasi.

Untuk tahu timing paling baik pada penjadwalan content, ada dua langkah yang dapat kita aplikasikan.

1. Pelajari serta memaksimalkannya melalui data mengonsumsi content dari sekian waktu

Untuk tahu insights penting sekitar audience ini kita dapat menelusurinya lewat Google Analytics, lalu menganalisanya, lakukan A/B testing, sampai mendapatkan formula yang pas.

2. Lakukan survey pada target audience

Tentang langkah yang ke-2 ini, GetCraft sempat lakukan survey pada 150 responden (lelaki 50%, wanita 50%), SES B, umur 20-25 tahun, tempat Jabodetabek ; untuk mengenali sikap mengonsumsi media digitalnya. Serta berikut gambar diagram penemuan kami.

Konten Digital Kreator

Karena itu jika lihat diagram di atas, bila ingin menyiarkan content di Instagram untuk segmentasi audience itu, berdasar hasil survey di atas, seharusnya content disiarkan pada atau sebelum periode waktu pemakai terhubung Instagram.

Hasil survey di atas berperan buat beberapa pemasar untuk mendapatkan kapan jam tampil paling baik buat satu content berdasar tiap basis yang dipakai warga pada setiap jam-nya. Tetapi, supaya content dapat memiliki perform yang optimal, dalam penjadwalan isinya, kecuali jam tampil, hal-hal lain yang penting diingat oleh marketers ialah hari tampil serta frekwensi tampil.

Hari tampil

Kemungkinan tidak tiap hari pas untuk menyiarkan content pada detil bagian khusus. Misalnya, berdasar pengalaman, hari paling baik untuk menyiarkan content di bagian pemasaran ialah hari Selasa atau Rabu. Di luar ke-2 hari itu, content condong memperoleh engagement yang semakin sedikit.

Contoh yang lain, Ariani Dwijayanti, Insights Manajer Google Indonesia mengutarakan jika, beberapa customer suka lakukan analisa online sebelum belanja keperluan setiap hari mereka di hari Jumat. Karena itu, buat marketers yang terjun di bagian FMCG kemungkinan menyiarkan content di hari Jumat pas untuk tingkatkan engagement.

Jam tampil

Untuk tahu jam tampil ini, merek perlu cari tahu terlebih dulu seperti apa sikap dari beberapa audience, jam berapakah serta di basis mana beberapa audience sangat aktif memakai sosial media mereka. Contohnya, dengan lihat diagram di atas, saat makan siang umumnya warga suka sekalian menyambi bermain Instagram. Dengan demikian, pada pukul itu merek dapat memaksimalkan content mereka di Instagram.

Baca juga Pemahaman Engagement di Media Sosial serta Langkah Menghitungnya

Atau pada pukul kerja, di antara jam 10 pagi sampai 12 siang, warga suka untuk kerja sekalian dengarkan suatu hal yang bisa menghibur mereka. Berdasar diagram di atas, salah satunya basis yang terbanyak dipakai pada pukul kerja ialah Spotify. Kemungkinan pada saat-saat itu pemasar dapat menyediakan content berupa podcast hingga merek masih dapat mendapatkan perhatian warga walaupun mereka sedang repot dengan kerjanya.

Frekwensi tampil

Frekwensi tampil content penting diingat. Sebab jika content merek sering kelihatan di sosial media, dikuatirkan justru mengganggu audience serta dipandang seperti spam. Karenanya frekwensi tampil yang pas dapat membuat content bertambah lebih efisien sampai banyak di-share oleh audience.

Misalnya, jika merek ingin menyiarkan content mengenai panduan photografi, kemungkinan dalam satu hari kita perlu untuk menyiarkan 1x saja. Sebab ini memberi peluang buat audience untuk coba panduan yang kita kemukakan itu. Serta jika memberi panduan lebih satu dalam satu hari, membuat audience jadi susah untuk mengolah info yang kita beri sebab begitu banyak.

Untuk tahu hari tampil, jam tampil, serta frekwensi tampil ini, memang tidak dapat dilaksanakan dengan cara instant, tapi beberapa marketers perlu untuk lakukan bermacam eksperimen serta menganalisa bermacam input dari data yang sudah didapat. Tetapi saat telah mendapatkannya, pasti agenda itu akan membuat content kita dapat sampai perform terbaik, serta membuat warga tertarik untuk terjebak didalamnya.

Spread the love